Faktor Pendukung dan Penghambat Penggunaan Metode Jigsaw Learning

  1. Faktor pendukung metode Jigsaw Learning

Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tipe Jigsaw memiliki dampak yang positif terhadap kegiatan belajar mengajar, yaitu dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran, meningkatkan ketercapaian TPK dan dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran berikutnya. Selain itu, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan lingkungan belajar di mana siswa belajar bersama dalam kelompok kecil yang heterogen, untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelaran. Siswa melakukan interaksi sosial untuk mempelajari materi yang diberikan kepadanya, dan bertanggung jawab untuk menjelaskan kepada anggota kelompoknya. Jadi, siswa dilatih untuk berani berinteraksi dengan teman-temannya.

Di bawah ini disajikan beberapa hasil penelitian yang relevan:

  • Hasil penelitian yang dilakukan Budiningarti, H. (1998) yang mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada pengajaran fisika di SMU menunjukkan, bahwa hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan untuk tes hasil belajar produk dan tes hasil belajar psikomotorik. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan baik dan meningkatkan keterampilan kooperatif siswa selama PBM berlangsung.
  • Hasil penelitian yang dilakukan Setyaningsih, S. (1999), bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dapat meningkatkan keterampilan guru mengelola KBM, meningkatkan kualitas pengelolaan proses belajar mengajar oleh guru, meningkatkan kualitas interaksi siswa dengan lingkungan belajar, dan meningkatkan prestasi belajar siswa yang meliputi peningkatan nilai rata-rata dan peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar.
  • Hasil penelitian yang dilakukan Pendi (2002) mengemukakan bahwa secara umum kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan baik. Guru mampu melatihkan keterampilan kooperatif dan membuat peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran.

Berdasarkan kerangka berfikir secara teoritis yang dikutip dari pendapat para ahli, dan secara empiris dari hasil penelitian terdahulu, dapat dikatakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil belajar.

2. Faktor penghambat metode Jigsaw Learning

Tidak selamanya proses belajar dengan metode Jigsaw berjalan dengan lancar. Ada beberapa hanbatan yang dapat muncul. Yang paling sering terjadi adalah kurang terbiasanya peserta didik dan pengajar dengan metode ini. Peserta didik dan pengajar masih terbawa kebiasaan metode konvensional, dimana pemberian materi terjadi secara satu arah. Faktor penghambat lain adalah kurangnya waktu. Proses metode ini membutuhkan waktu yang lebih banyak, sementara waktu pelaksanaan metode ini harus disesuaikan dengan beban kurikulum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *